Bahtera Nuh—adalah sebuah kapal yang dibangun atas perintah Tuhan untuk menyelamatkan Nabi Nuh, keluarga, serta kaumnya yang beriman dan kumpulan binatang yang berpasang-pasangan di seluruh dunia dari air bah. Bahtera tersebut terombang-ambing saat banjir dating. Kisah ini terdapat dalam Al-Quran, Perjanjian Lama, dan Kitab Kejadian.
Dalam mitos Sumeria juga menceritakan kisah serupa. Hanya saja tokohnya bukan Nabi Nuh, melainkan Ziusudra. Kisah ini menceritakan bagaimana Ziusudra diperingatkan para dewa untuk membangun sebuah kapal agar bisa menyelamatkan diri dari banjir besar yang akan menghancurkan umat manusia.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata banyak sekali kisah serupa bahtera Nuh yang dijumpai dalam berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Namun yang akhirnya menjadi pertanyaan besar adalah, apakah kisah Nabi Nuh dan bahteranya benar-benar terjadi? Jika demikian, dimanakah bahtera Nuh kini?
MITOS v.s LOGIKA
Sejumlah skeptis tentu saja menolak teori bahwa Bahtera Nuh benar-benar ada dan banjir super besar itu pernah terjadi. Skeptis yang atheis tak perlu ditanyakan lagi, tentu saja mereka menganggapnya sebagai omong kosong, sementara skeptis yang beragama tidak lagi mencerna peristiwa ini secara harafiah.
Para skeptis mempertanyakan masalah2 praktis, misalnya:
DIMANAKAH LETAK BAHTERA NUH?
Para pakar kitab terus meneliti gunung dimana kapal Nabi Nuh berlabuh. Namun terdapat perbedaan pendapat, Al-Quran condong bahwa bahtera tersebut mendarat di Gunung Judi, sementara Alkitab menyatakan kapal tersebut berlabuh di daerah timur laut Turki. Dalam Bibel dikisahkan bahwa bahtera tersebut terdampar di gunung Ararat. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata gunung Ararat pernah berkali-kali berganti nama. Antara lain, gunung Guardian, Gunung Armenia, dan Gunung Judi. Dari penelitian tersebut para ahli sepakat bahwa tempat bahtera Nuh terdampar adalah gunung Ararat/ Judi. Yang berbeda hanya nama, namun lokasinya sama.
Misteri Keberadaan Bahtera Nuh
1. Mungkinkah bahtera Nabi Nuh mampu menampung seluruh spesies binatang di bumi? Sementara ukuran kapal tersebut dikatakan dalam satuan hasta, yang setelah diperkirakan ternyata hanya seluas lapangan bola.
2. Bagaimana cara Nuh membuang kotoran-kotoran binatang?
3. Mungkinkah tanaman yang diangkut mampu bertahan hidup tanpa cahaya matahari selama 40 hari?
4. Apakah mungkin banjir besar yang menutupi bumi benar2 terjadi? Jika demikian, dari mana datangnya air tersebut?
Menilik pertanyaan-pertanyaan tersebut, sepertinya mustahil sekali Bahtera Nuh benar-benar ada dan banjir maha besar pernah terjadi. Namun saya bukan seorang skeptis dan saya punya keyakinan, karena itu saya ingin memaparkan bukti-bukti yang mendukung keberadaan Bahtera Nabi Nuh.Sejak dahulu kala, bahkan sebelum kelahiran Nabi Muhammad, sudah dilakukan pencarian bahtera Nuh, misalnya saja
Karena belum ditemukannya fotografi, tak ada bukti visual yang meyakinkan orang-orang akan penemuan mereka, sehingga kisah penemuan tersebut bisa jadi bualan saja.
BAHTERA NUH DITEMUKAN
Pada tahun 1959, Ilham Durupinan seorang pilot Turkey Airforce melakukan pomotretan udara di gunung Ararat, dan menemukan benda asing didekat puncaknya. Dr. Arthur Brande memeriksa hasil pemotretan itu dan menyatakan bahwa benda asing tersebut adalah sebuah perahu yang diduga merupakan Bahtera Nabi Nuh.
Tahun 1990, Ron Wyat dan Dr. David Fasold melakukan penelitian dengan peralatan yang lebih canggih, dan menemukan empat batu berlubang yang memiliki berat masing2 10 ton, diduga batu tersebut berfungsi sebagai pemberat agar perahu tidak oleng. Seperti halnya bahtera nuh, mungkinkah manusia api juga cuma mitos?
.
| Reaksi: |
Label:
bahtera nabi nuh,
bahtera nuh,
bahtera nuh ditemukan,
kapal nabi nuh di turki,
perahu nuh ditemukan







1 komentar:
saya sendiri cenderung berpendapat, kalau sudah jelas tercantum secara eksplisit dalam Kitab Suci, tanpa harus ada bukti fisiknya, saya harus meyakininya bahwa bahtera Nuh memang ada. meski entah di mana keberadaannya.
Poskan Komentar
Sudah mampir, sudah baca, nah, sekarang kasih comment dunk...